Call UsChat WA

Les Privat Ujian Nasional Malang

Les Privat Ujian Nasional Malang
August 1, 2019 No Comments Uncategorized admin

Ujian nasional prinsipnya sama dengan evaluasi sumatif atau ujian semester, maksudnya adalah sebagai alat penentu kenaikan status siswa, namun ujian nasional yang  mulai diberlakukan tahun 2002 itu dirancang untuk siswa yang telah menduduki kelas tertinggi pada suatu jenjang pendidikan tertentu yakni jenjang SD/MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan seterusnya.  Keberhasilan siswa sekolah dalam menyelesaikan studinya dapat diukur dengan diadakannya ujian nasional. Adapun tujuan diadakan ujian nasional yakni untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

Syarat yang harus dipenuhi oleh para siswa untuk mencapai prestasi belajar yang baik adalah dengan belajar secara teratur, penuh disiplin, konsentrasi yang penuh pada masa yang cukup jauh sebelum menghadapi ujian nasional.  Keberhasilan siswa dalam menghadapi ujian nasional sangat ditentukan sejauh mana usaha yang dilakukan para siswa untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian nasional. Kurangnya persiapan siswa dalam menghadapi ujian nasional akan menyebabkan siswa belajar ketika mau ujian saja, sehingga siswa merasa dirinya belum siap untuk menempuh ujian, karena materi pelajaran yang akan diujikan belum dikuasainya. Belajar seperti ini (ketika mau mendekati ujian) tidak baik, karena akan menimbulkan kekacauan dalam penguasaan bahan pelajaran. Slameto menjelaskan bahwa, kesalahan yang banyak dibuat oleh pelajar ialah menumpuk pelajaran sampai saat terakhir yakni bila saat ulangan atau ujian sudah mendekati, sehingga mereka diburu-buru waktu; Ini disebut cramming. Cara ini salah karena selalu diperlukan waku yang cukup untuk memperoleh pengertian yang mendalam. Pendapat yang senada dengan Slameto mengatakan bahwa, “Salah-satu kesalahan yang banyak dilakukan para pelajar ialah menunda belajar. Akibatnya, jika waktu ujian sudah dekat, mereka buru-buru mengejar kekurangannya dalam waktu yang singkat. Dalam waktu sangat terbatas mereka mempelajari bahan sangat banyak sekali yang belum pernah disentuh sebelumnya. Belajar secara ini disebut cramming. Hasilnya ialah: kekacauan dalam penguasaan bahan pelajaran dan hasil ujiannya tidak baik. Kalau ada yang berhasil mendapat angka yang baik dari ujian tersebut, itu pada umumnya karena kebetulan; namun penguasaan pengetahuannya tidak mantap.

Pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa, jika persiapan ujian nasional tidak direncanakan jauh sebelum waktu ujian maka bisa terjadi perasaan ketakutan menjelang ujian, belajar terburu-buru dalam menguasai materi pelajaran yang akan diujikan dan ini bisa menyebabkan kekacauan dalam penguasaan bahan pelajaran. Agoes Soejanto menjelaskan bahwa, saat inilah, suatu saat yang paling mencekam dirinya. Ia kini belajar mati-matian. Tetapi oleh karena bahannya demikian banyaknya, sampai saat-saat terakhir, selalu dirasakan belum siap, belum menguasai, bahkan belum mengerti apa-apa, panik. Untuk mengatasi kepanikannya, ia membuat alat penolong ingatannya. Yang sangat sepekulatif, antara penolong dan mengganggu.

Demikian dapat disimpulkan bahwa, jika persiapan siswa dalam menghadapi ujian nasional kurang siap maka siswa bisa membuat alat penolong ingatannya seperti catatan kecil yakni antara menolong dan menganggu. Inilah yang menyebabkan siswa kurang percaya pada diri sendiri. Persiapan yang perlu dilakukan siswa sebelum menghadapi ujian adalah

  1. Mengulangi dan mempelajari kembali bahan pelajaran selama periode tertentu. Artinya, siswa harus mulai belajar sejak permulaan pelajaran itu diberikan.
  2. Mengulang secara teratur. Siswa harus menyediakan waktu setiap hari untuk mengulang pokok-pokok yang penting dari setiap pelajaran.
  3. Bila waktu ujian sudah dekat siswa perlu mengadakan persiapan khusus menjelang ujian dan aturlah waktu untuk persiapan.
Tags
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *