Call UsChat WA

Les Privat K13 Malang

Les Privat K13 Malang
July 18, 2019 No Comments Uncategorized admin

Kurikulum 2013 (K-13) merupakan kurikulum yang saat ini berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap yang diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (KTSP) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun.  Pada tahun ajaran 2013/2014, tepatnya sekitar pertengahan tahun 2013, Kurikulum 2013 diimpelementasikan secara terbatas pada sekolah perintis, yakni pada kelas I dan IV untuk tingkat Sekolah Dasar, kelas VII untuk SMP, dan kelas X untuk jenjang SMA/SMK, sedangkan pada tahun 2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Jumlah sekolah yang menjadi sekolah perintis adalah sebanyak 6.326 sekolah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Kurikulum 2013 atau K13 secara umum adalah langkah lanjutan pengembangan yang berdasarkan kompetensi yang sudah dirintis tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mengandung kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan terpadu. Kurikulum 2013 yakni kurikulum yang mengintegrasikan kemampuan,tema, konsep, dan topic yang di bentuk dalam disiplin tunggal, mengandung beberapa disiplin dan mengandung beberapa pembelajaran.

Menurut Mulyasa pengertian kurikulum 2013 adalah lebih menekan pendidikan karakter, terutama tingkat dasa, yang menjadi pondasi bagi tingkat berikutnya. Pengertian kurikulum 2013 adalah pedoman mengajar terdiri 4 aspek penilaian yaitu pengetahuan, keterampilan, sosial dan spiritual.

Perkembangan kurikulum 2013 di Indonesia merupakan pengganti dari KTSP. Kurikulum ini memiliki kelemahan berarap proses belajar lebih leluasa tetapi ada penambahan jam belajar, penggunaan UN sebagai evaluasi standard peoses belajar siswa aktif. Kelebihan memiliki konsep yang jelas terhadap lulusan yang ingin dicapai, mengemas mata pelajaran lebih maknai dalam kehidupan sehari hari. Itulah perkembangan kurikulum 2013 di indonesia yang memiliki kelebihan dan kelemahan

Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yakni. (a) aspek pengetahuan, (b) aspek keterampilan, (c) aspek sikap, dan (d) perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional (seperti PISA dan TIMSS) sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri.

Adapun fungsi kurikulum yakni.

  • Fungsi kurikulum adalah sebagai alat pendidikan yang memiliki berbagai macam fungsi pendidikan.
  • Fungsi penyesuaian sebagai penyesuanian, kempampuan penyesuaian diri dengan perubahan yang dilingkungannya karena lingkungkan bersifat dinamis atau biasa berubah – ubah.
  • Fungsi intergrasi sebagai penyesuaian yang mengartikan bawah kurikulum sebagai alat pendidikan yang bisa menghasilkan pribadi yang dapat di butuhkan di masyarakat.
  • Fungsi diferendiasi sebagai alat yang memberikan pelayanan dari bermancam – macam perbedaan disetiap siswa harus dihargai dan dilayani.
  • Fungsi persiapan sebagai persiapan yang mempunyai arti bahwa kurikulum adalag alat pendidikan yang mempersiapakan siswa kejenjang lebih tinggi dan memperisapkan diri agar bisa hidup bermasyarakat.
  • Fungsi pemilihan sebagai pemilihan yang memberikan kesempatan siswa agar mentukan program belajar sesuai minat bakatnya sendiri,
  • Fungsi diagnostic mengandung makna kurikulum sebagai alat pendidikan yang dapat mengarahkan dan paham potendi siswa dan kelemahan dalam dirinya. Dngan mengharapkan siswa dapat mengembangkan potensi dan melakukan perbaikan pada kelemahannya.

Selain fungsi terdapat juga komponen Kurikulum, yakni.

  • Komponen tujuan

Sistem pembelajaran yang digunakan untuk pencapaian tujuan karena berhasil atau tidak sistem pemblajaran dinilai dari banyaknya tujuan yang tercapai.

  • Komponen isi (bahan pengajar)

Bahan ajar merupakan sesuatu yang diberikan ke anak didik untuk dijadikan bahan belajar mengajar untuk pencapaian tujuan.

  • Komponen strategi

Komponen strategi mengarah kepada pendekatan, metode, dan alat dalam pembelajaran. Mengadakan penilaian, mengadakan bimbingan dan mengatur kegiatan.

Tags
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *