Call UsChat WA

Les Privat Membaca Malang

Les Privat Membaca Malang
July 17, 2019 No Comments Uncategorized admin

Membaca adalah kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan indera mata untuk melihat dan memahami isi kata-kata yang disampaikan dalam bacaan. Membaca merupakan proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui bahasa tulis. Dengan membaca, pembaca memperoleh banyak manfaat yaitu menambahkan pengetahuan dari kata-kata penulis, dan pembaca dapat menggali pesan-pesan tertulis dari bacaan yang dibaca.

Kegiatan membaca bukan merupakan kegiatan yang tidak bertujuan. Menurut Nurhadi (1987:134) tujuan membaca dianggap juga sebagai modal dalam membaca. Bahkan menurut hasil penelitian, hubungan antara tujuan membaca dengan kemampuan membaca sangat signifikan.

Menurut Ahuja (2010: 15), merumuskan delapan alasan seseorang membaca. Alasan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Untuk tertawa.
  2. Untuk menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman sehari-hari.
  3. Untuk menikmati kehidupan emosional dengan orang lain.
  4. Untuk memuaskan kepenasaran, khususnya kenapa orang berbuat sesuatu dengan cara mereka.
  5. Untuk menikmati situasi dramatik seolah-olah mengalami sendiri.
  6. Untuk memperoleh informasi tentang dunia yang kita tempati.
  7. Untuk merasakan kehadiran orang dan menikmati tempat-tempat yang belum pernah kita lihat.
  8. Untuk mengetahui seberapa cerdas kita menebak dan memecahkan masalah dari pengarang.

 Menurut Tarigan (1979: 9) tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan.

Tingkatan Membaca Pemahaman

Terdapat beberapa taksonomi yang dapat digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman. Salah satu taksonomi pembelajaran membaca pemahaman dikemukakan oleh. T.C Barret yang dikenal dengan sebutan Taksonomi Barret (dalam Martutik, 2013:14). Tingkatan membaca pemahaman tersebut diantaranya sebagai berikut.

  • Komprehensi Literal

Tingkatan membaca pemahaman yang pertama adalah pemahaman literal. Nurhadi (2010: 57), membaca literal adalah kemampuan mengenal dan menangkap bahan bacaan yang tertera secara tersurat (eksplisit). Artinya, pembaca hanya menangkap informasi yang tersurat atau tampak jelas dalam bahan bacaan. Pembaca tidak menangkap informasi yang tersirat dalam bahan bacaan. Tujuan membaca dan pertanyaan yang dirancang untuk memancing jawaban pada tingkat ini dapat berkisar antara pertanyaan yang sederhana sampai kepertanyaan yang rumit.

Tugas sederhana di dalam pemahaman literal ini adalah mengenal atau mengingat kembali suatu fakta atau kejadian. Tugas yang lebih rumit berupa mengenal atau mengingat kembali deretan fakta atau serangkaian kejadian-kejadian berurutan sebagaimana diceritakan dalam bacaan. Pertanyaan dalam tingkatan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Rekognisi atau pengenalan kembali, yang terdiri dari rekognisi atau pengenalan kembali detail-detail, rekognisi atau pengenalan kembali ide pokok, rekognisi atau pengenalan kembali suatu urutan, rekognisi atau pengenalan kembali perbandingan, rekognisi atau pengenalan hubungan sebab akibat.
  2. Mengingat kembali, terdiri dari mengingat kembali detail-detail, mengingat kembali ide pokok, mengingat kembali urutan, mengingat kembali perbandingan, mengingat kembali hubungan sebab dan akibat,mengingat kembali watak tokoh.
  • Reorganisasi

Mereorganisasi menghendaki siswa menganalisis, mensintesis, dan atau mengorganisasi buah fikiran atau informasi yang dikemukakan secara eksplisit di dalam wacana. Untuk menghasilkan hasil pikir yang diinginkan, siswa dapat menggunakan kalimat-kalimat penulis secara vertikal atau juga dapat memparafrasekan ataupun menterjemahkan ucapan-ucapan penulis. Tugas-tugas mereorganisasi adalah (1) mengklasifikasikan, (2) meringkas, dan (3) mensintesis.

  • Komprehensi Inferensial

Pemahaman inferensial adalah membaca untuk mengetahui gagasan, ide, atau informasi yang tersirat dalam bacaan. Informasi yang tersirat dalam bacaan, dapat berupa simpulan, menemukan gagasan utama, menemukan hubungan sebab akibat, dan menganalisis bacaan. Pemahaman inferensial ditunjukkan oleh siswa bila menggunakan informasi yang secara jelas dikemukakan di dalam wacana dan pengalaman pribadinya sebagai dasar dari pendapat. Kesimpulan yang mendasari pendapat siswa dapat bersifat konvergen ataupun divergen.

Pada umumnya, pemahaman inferensial dirangsang oleh tujuan membaca dan oleh pertanyaan pertanyaan guru yang menghendaki pemikiran dan imajinasi diluar halaman-halaman buku bacaan. Berikut ini merupakan pemahaman inferensial (1) menginferensial detail penunjang, (2) meginferensial ide pokok, (3) menginferensial tentang urutan, (4) menginferensial  perbandingan, (5) menginferensial hubungan sebab-akibat, (6) menginferensial watak tokoh, (7) memprediksi hasil, (8) memprediksi bahasa figuratif.

  • Mengevaluai

Evaluasi dalam hal ini adalah meminta respon dari siswa yang menunjukkan bahwa ia telah mengadakan penilaian dengan membandingkan buah fikiran yang disajikan di dalam bacaan dengan kriteria luar yang diberikan oleh guru, sumber tertulis lain, ataupun dengan kriteria intern yang berasal dari pengalaman siswa, pengetahuan, atau nilai-nilai dari siswa. Pada dasarnya evaluasi menekankan pada sifat-sifat ketepatan, keberterimaan, nilai atau kemungkinan suatu kejadian. Pemikiran evaluatif dapat ditunjukkan dengan meminta siswa membuat pendapat, seperti pendapat tentang realita atau fantasi, pendapat tentang fakta atau opini, pendapat tentang validitas, pendapat ketepatan, dan pendapat mengenai nilai dan keberterimaan.

  • Mengapresiasi

Apresiasi melibatkan seluruh dimensi kognitif yang telah disebutkan sebelumnya karena apresiasi berhubungan dengan estetis terhadap pembaca. Apresiasi menghendaki pembaca secara emosional dan estetis peka terhadap suatu karya dan meminta bereaksi terhadap nilai artistik yang ada di dalam karya itu. Apresiasi mencakup pengetahuan tentang respon emosional terhadap teknik-teknik, bentuk-bentuk, gaya, serta struktur sastra. Yang tergolong dalam aspek ini adalah respon emosional terhadap isi, identifikasi dengan tokoh dan peristiwa, reaksi terhadap bahasa pengarang.

Tags
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *