Call UsChat WA

Les Privat Bahasa Indonesia Malang

Les Privat Bahasa Indonesia Malang
July 12, 2019 No Comments Uncategorized admin

Bahasa merupakan bagian dari kehidupan masyarakat penuturnya. Bagi masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia mempunyai kedudukan dan fungsi di dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. Bahasa Indonesia pertama kali bahasa yang dibicarakan adalah bahasa Melayu sebagai sumber bahasa Indonesia yang kita pergunakaan sampai sekarang.

Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu, yang sejak dulu sudah dipekai sebagai bahasa perantara (lingua Franca), bukan saja di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir diseluruh Asia Tenggara. Pertanyaan yang mungkin timbul adalah kapan sebenarnya bahasa Melayu mulai digunakan sebagai alat komunikasi. Berbagai batu bertulis (prasasti) kuno yang ditemukan, meliputi. (1) Prasasti Kedukan Bukit di Palembang, tahun 683, (2) Presasti Talang Tuo di Palembang, tahun 684, (3) Prasasti Kota Kapur di Bangka Barat, tahun 686, dan (4) Prasasti Karang Brahi, Bangko, Kabupaten Merangi, Jambi, tahun 688 yang bertulis Pra-Negari dan bahasanya bahasa Melayu Kuno, memberi petunjuk kepada kita bahwa bahasa Melayu dalam bentuk bahasa Melayu Kuno sudah dipakai sebagai alat komunikasi pada zaman Sriwijaya ( Halim, 197:6-7). Prasasti yang juga ditulis di dalam bahasa Melayu Kuno terdapat di Jawa Tengah (Prasasti Gandasuli, tahun 832) dan di Bogor (Prasasti Bogor, tahun 942). Kedua prasasti di Pulau Jawa itu diperkuat pula dugaan kita bahwa bahasa Melayu Kuno pada waktu itu tidak saja dipakai di Pulau Sumatera tetapi juga dipakai di Pulau Jawa.

Berdasarkan petunjuk-petunjuk lainnya, dapatlah kita kemukakan bahwa pada zaman Sriwijaya bahasa Melayu berfungsi sebagai berikut.

  1. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa kedudukan yaitu bahasa buku-buku uang berisikan aturanaturan hidup dan sastra.
  2. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) antara suku di Indonesia.
  3. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa perdagangan terutama di sepanjang pantai, baik bagi suku yang ada di Indonesia maupun bagi pedagang-pedagang yang datang dari luar Indonesia.
  4. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa resmi kerajaan.

Dengan perlahan-lahan bahasa Indonesia berkembang dan tumbuh terus. Pada akhir-akhir ini perkembangannya menjadi demikian pesatnya sehingga menjadi bahasa modern. Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda meikrarkan Sumpah Pemuda yang berisikan tiga butir kebulatan tekat sebagai berikut.

Pertama : Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpuh darah yang satu, tanah Indonesia. Kedua : Kami putra dan putrid Indonesia mengaku berbangsa yang satu,bahasa Indonesia. Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Pernyataan yang pertama adalah pengakuan bahwa pulau-pulau yang bertebaran dan lautan yang menghungkan pulau-pulau yang merupakan wilayah Republik Indonesia sekarang adalah kesatuantumpah darah (tempat kelahiran) yang disebut Tanah Air Indonesia. Pernyataan kedua adalah pengakuan bahwa manusia-manusia yang menepati bumi Indonesia. Pernyataan ketiga tidak merupakan pengakuan “berbahasa satu”, tetapi merupakan pernyataan dari tekad kebahasaan yang menyatan bahwa kita, bangsa Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia (Halim, 1983:2-3). Sejak itu bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dimungkinkan oleh kenyataan bahwa bahasa Melayu, yang mendasari bahasa Indonesia itu telah dipakai lingua franca selama berabad-abad sebelumnya di seluruh kawasan Nusantara. Selain itu, dengan ditetapkannya sebagai bahasa Negara, yang dituangkan di dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar 1945, bahasa Indonesia juga menjadi bahasa resmi negara Indonesia. Dalam keputusan Seminar Politik Bahasa Nasional 1999 juga dinyatakan bahwa sebagai bahasa nasional, bahasa berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan nasional, (2) lambang identitas nasional, (3) alat pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya, serta (4) alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah. Sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) bahasa resmi Negara, (2) bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan, (3) bahasa resmi di dalam perhubungan serta pemerintah, dan (4) bahasa resmi dalamn pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.

Dengan demikian, perkembangan bahasa Indonesia telah mencapai puncak perjuangan politik bahasa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa nasional bahasa Indonesia dan bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tags
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *