Call UsChat WA

Les Privat SMP Malang

Les Privat SMP Malang
July 10, 2019 No Comments Uncategorized admin

Anak Usia SMP

Anak usia SMP merupakan anak remaja yang memiliki segudang peranan yang sangat signifikan. Pembinaan pada anak usia SMP tidak saja secara fisik, tetapi juga secara mental serta spiritual. Pada tahap perkembangannya, anak SMP berada pada tahap perkembangan sangat pesat dari aspek kognitif, psikomotori, dan afektif.

  • Perkembangan Aspek Kognitif

Perkembangan aspek kognitif pada anak dimulai  pada usia 12 tahun, yang mana hampir sama dengan usia rata-rata anak SMP. Pada usia ini, yang berkembang pada diri siswa SMP adalah cara mereka berpikir secara simbolis dan memahami sesuatu secara bermakna tanpa memerlukan objek yang konkrit. Siswa SMP juga telah mampu memahami hal-hal secara imajinatif.

Anak usia SMP sudah memiliki potensial dalam memahami kemampuan intelektualnya. Kemampuan intelektual yakni kecerdasan yang dimiliki oleh seorang individu dan dapat dikembangkan melalui proses belajar. Dengan mengembangkan kemampuan intelektualnya, siswa SMP dapat berpikir secara kritis. Berpikir kritis merupakan kunci utama dalam menyelesaiakn sebuah masalah yang ada. Pengetahuan yang didapatkan melalui berpikir kritis mempunyai tingkatan pemahaman yang sangat tinggi bagi siswa SMP. Berdasarkan teori Piaget bahwa siswa SMP mencapai tahap berpikir secara formal, meskipun demikian bahwa perkembangan kognitif juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

  • Perkembangan Aspek Psikomotorik

Perkembangan aspek psikomotorik pada anak seusia SMP ditandai dengan perubahan jasmani dan fisiologis sex yang sangat luar biasa (Wuest & Combardo (1974)). Salah satu perubahan luar biasa tersebut adalah perubahan yang terjadi pada pertumbuhan tinggi badan dan berat badan, sering menganggap diri mereka serba mampu dibandingkan dengan temen yang lain, sehingga seringkali mereka terlihat “tidak memikirkan akibat” dari perbuatan mereka, dan kadang mengalami proses pencarian jati diri.

  • Perkembangan aspek afektif

Menurut Arajoo T.V (1986), pada ranah afektif menyangkut perasaan, modal dan emosi pada diri siswa. Perkembangan afektif siswa SMP mencakup proses belajar perilaku dengan orang lain atau sosialisasi di lingkungannya. Sebagian besar sosialisasi berlangsung lewat pemodelan dan peniruan orang lain baik teman sebaya maupun orang tua mereka. Sehingga pada aspek ini diperlukan pengawasan yang lebih dari para orang tua.

Peran Lingkungan Terhadap Pembelajaran Anak SMP

Konsep belajar behavioristik memandang manusia sebagai produk lingkungan, sehingga faktor-faktor lingkungan sekitar mempunyai peran penting dan andil yang kuat dalam proses pembelajaran seorang siswa secara umum, khususnya siswa SMP.

  • Lingkungan Keluarga

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kehidupan pada anak, khususnya lingkungan keluarga, karena sejak kecil anak hidup bersama keluarga. Keluarga adalah lingkungan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak-anak dan remaja. Pendidikan di keluarga lebih menekankan pada aspek moral dan pembentukan kepribadian dari pada pendidikan untuk menguasai ilmu pengetahuan. Dasar dan tujuan penyelenggaraan pendidikan keluarga bersifat individual sesuai dengan pandangan hidup keluarga masing-masing, ada keluarga dalam mendidik anaknya mendasarkan pada kaidah-kaidah agama dan menekankan proses pendidikan agama. Anak dan remaja di dalam keluarga berkedudukan sebagai anak didik dan orang tua sebagai pendidiknya.

  • Lingkungan Masyarakat

Masyarakat merupakan lingkungan alami kedua yang dikenal oleh anak- anak dan remaja. Mereka telah banyak mengenal karakteristik masyarakat dengan berbagai norma dan keberagamannya. Kondisi masyarakat amat beragam, tentu banyak hal yang harus diperhatikan baik oleh remaja maupun oleh orang tuanya. Dalam menjalankan fungsi pendidikan, masyakarat banyak membentuk kelompok-kelompok atau paguyuban atau kursus yang secara sengaja disediakan untuk anak dan remaja dalam upaya mempersiapkan hidupnya di masa depan.

  • Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan lingkungan yang sengaja diciptakan untuk membina anak-anak kearah tujuan tertentu, khususnya untuk memberikan kemampuan dan ketrampilan sebagai bekal kehidupannya di kemudian hari. Lingkungan sekolah memberikan pengaruh besar dalam pembentukan pemikiran manusia untuk menguasai ilmu pengetahuan. Dilingkungan sekolah, remaja mendapat suatu pelajaran dan pengalaman yang berharga yang nantinya menjadi bekal untuk langkah-langkah pembelajaran di kehidupan selanjutnya. Sekolah diharapkan memberikan suatu wadah bagi pengembangan keseluruhan baik aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

Salah satu cara untuk mempermudahkan putra-putri anda memahami pelajaran dan mengembangkan bakatnya adalah dengan bergabung dengan kami di Les Privat Malang. Kami menyediakan para tutor yang profesional dengan model pelajaran yang menyenangkan. Yuk, tunggu apalagi!!

Tags
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *