Call UsChat WA

Les Privat SD Malang

Les Privat SD Malang
July 10, 2019 No Comments Uncategorized admin

Anak SD merupakan anak yang masih mengalami banyak perubahan baik secara mental dan fisik. Kisaran usia anak SD adalah antara 6 – 12 tahun yang memiliki tiga jenis perkembangan yang dipaparkan menutut Seifert dan Haffung.

  • Perkembangan Fisik Siswa SD

Perkembangan fisik pada siswa SD mencakup pertumbuhan biologis yaitu pertumbuhan otak, otot, dan tulang. Pada usia 10 tahun anak-anak bertambah tinggi dan berat badan sekitar 3,5 kg. Sementara itu, pada usia remaja yakni 12-13 tahun, anak perempuan mengalami pertumbuhan sangat pesat dibandingkan anak laki-laki. Perkembangan fisik yang sangat menonjol pada anak-anak dimulai saat masa pubertas. Pada masa ini, terjadi perubahan fisiologis yang mengubah manusia yang belum bereproduksi menjadi mampu bereproduksi.

  • Perkembangan Kognitif Siswa SD

Perkembangn kogniktif siswa SD mencakup pada perubahan dalam perkembangan polo pikir. Menurut Piaget perkembangan kognitif anak melalui empat stadium.

  1. Sensorimotorik (0-2), bayi yang baru lahir dengan sejumlah refleks bawaan yang mendorong mengeksplorasi dunia.
  2. Praoperasional (2-7), anak mencoba belajar dengan menggunakan dan mengekspresikan objek dengan gambaran maupun kata-kata.
  3. Operational Kongkrit (7-14), anak sudah mampu menggunakan logikanya. Pada tahap ini anak telah bisa memahami operasi logis dengan bantuan benda kongkrit.
  4. Operasional Formal (12-15), pada tahap ini anak sudah mampu untuk berpikir secara abstrak, serta menalar secara logis, dan menarik simpulan dari informasi yang tersedia.
  •  Perkembangan Psikososial Siswa SD

Perkembangan psikososial berkaitan dengan perkembangan dan perubahan  emosi individu. Pada anak SD, anak telah mampu mengembangkan keterampilan berpikir, bertindak, dan memahami pengarus sosial yang lebih kompleks.  Selama pada bangku SD, anak mulai percaya diri akan tetapi juga mengalami rendah diri. Selanjutnya, anak-anak akan membuktikan bahwa mereka telah dewasa, mereka akan mengerjakan sendiri tugas mereka tanpa bantuan siapapun termasuk orang tua.

Sebagai akibat dari perubahan fisk dan kognitif pada anak SD, mereka berupaya untuk bersikap seolah mereka telah dewasa. Selanjutnya, akan terjadi perubahan yang berarti dalam kehidupan sosial dan emosional mereka. Bagi anak SD baik perempuan maupun laki-laki mengganggap keikutsertaan mereka dalam sebuah kelompok akan menumbuhkan perasaan bahwa diri mereka berharga. Mereka juga akan menyadari adanya perbedaan antara yang mereka rasakan dengan yang mereka pikirkan serta bagaimana mereka berperilaku.

Siswa SD memiliki beberapa kebutuhan yang jarang diketahui oleh orang dewasa. adapun kebutuhan tersebut meliputi.

  • Anak SD Senang Bermain

Pada kebutuhan ini menuntut guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan model pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan jenjang SD. Dengan demikian, anak tidak hanya fokus belajar yang menyebabkan kebosananan.

  • Anak SD Senang Bergerak

Orang dewasa umumnya dapat duduk selama berjam-jam, akan tetapi tidak berlaku untuk anak SD karena meraka hanya mampu duduk tenang sekitar 30 menitan. Dengan demikian, guru hendaknya juga merancang model pembelajaran yang menyenangkan dan memungkinkan siswa tidak hanya diam di tempat saja.

  • Anak SD Senang Bekerja dalam Kelompok

Pada anak usia SD, mereka sangat senang bergaul dengan kelompok sebaya. Mereka belajar aspek-aspek penting dalam proses sosialisasi yakni belajar setia kawan, belajar menaati aturan, belajar bertanggung jawab, dsb. Hal ini juga menuntut guru jauh lebih efektif dalam meranjang model pembelajaran yang memungkinkan anak untuk bekerja atau belajar dalam kelompok.  

  • Anak SD Senang Melakukan Sesuatu Secara Langsung

Ditinjau dari perkembangan kognitif pada anak SD mulai memasuki tahap operasional konkrit. Dari yang diperlajari di sekolah, mereka mulai menghubungkan konsep-konsep baru dengan konsep-konsep lama. Berdasarkan pengalaman yang telah diperoleh bagi anak SD, penjelasan guru tentang materi pembelajaran yang disampaikan akan mudah dipahami anak apabila mereka melaksakannya sendiri. Dengan demikian, guru hendaknya merancang model pembelajaran yang melibatkan anak-anak secara langsung pada proses pembelajaran.

Salah satu cara untuk mempermudah anak-anak anda memahami pelajaran dan mengembangkan bakatnya adalah dengan bergabung dengan kami di Les Privat Malang. Kami menyediakan para tutor yang profesional dengan model pelajaran yang menyenangkan. Yuk, tunggu apalagi!!

Tags
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *